Feb 26

Sial!!!

Harus melakukan sesuatu nih…

Tapi apa ya? :(

Feb 23

yak… seperti yang dulu pernah gw tulis… gw percaya kalau dalam hidup manusia tuh ada yang namanya siklus nasib yang bikin lo kadang siaaaallll.. banget dan kadang beruntung banget…
well, gw sendiri sih merasa gw adalah orang yang cukup beruntung karena siklus sial gw tuh kayaknya jarang, dan itupun pendek, sementara siklus keberuntungan gw bisa berkepanjangan, gw bahkan pernah mengalami satu minggu lebih dimana gw selalu beruntung atas semua yang gw lakukan, yah… meskipun gw gak menang hadiah semilyar sih…. :)

Nah, ceritanya… kemaren pagi, sejak gw bangun di kamar albert,  entah kenapa gw ngerasain feeling yang sama yang selalu gw rasakan setiap kali gw akan memulai siklus sial hidup gw, gak tau kenapa sih, tapi… berasa kayak gitu aja…

5 menit kemudian, feeling gw itu mulai terbukti, mulai dari anduk gw yang gak tau kenapa jadi satu2nya anduk yang basah entah darimana di jemuran, kaos kaki gw yang sobek, charger hp yang bermasalah, spatu gw yang slip di jalan berlupur yang mau kita lewatin, sampe ketinggalan bikun di depan mata yang berakibat mesti nunggu lama…

Namun, itu semua belum cukup saudara pemirsa, saya bersama beberapa orang yang juga menginap bersama memutuskan turun di fakultas hukum. Setibanya di parkiran belakang hukum, saya selama ini penasaran, manakah yang lebih dekat, memutar sedikit kemudian melewati jalan raya ataukah saya berbelok ke kanan dan melewati fakultas psikologi, dan selagi saya berangkat bersama orang lain yang kecepatan langkahnya sama dengan saya, jadi… yah… boleh donk saya coba…

setelah melewati kantin kecil fakultas psikolgi, saya berusaha untuk melihat ke jalan, apakah teman2 saya itu sudah  lebih mendekat ke fasilkom atau belum. Dan kemudian saya melihat mereka ternyata belum sedekat saya, dan kemudian…

D*MN! saya tidak menyadari ada lubang di jalan yang saya lewati! terjerumuslah kaki kiri saya ke dalamnya dan mendarat dengan posisi miring yang membuat kaki kiri saya kehilangan keseimbangan dan saya jatuh dengan lutut kanan menumbuk lantai…

Ouch, kayaknya engkel gw agak bermasalah, tapi secara kuliah pertama hari itu adbis dan gak boleh telat jadi gw jalan aja terus ke kelas.

Dua jam pertama kuliah, engkel gw emang kayaknya agak bermasalah, tapi masih bisa jalan sih meskipun agak sakit. Nah… kemudian… saya bertemu dengan seorang adik kelas bernama Lucia Roly yang pernah mengatakan pada saya bahwa ia cukup mengerti cara memperbaiki hal2 seperti ini, hingga akhirnya Ia membantu memperbaiki kaki saya dengan modal minyak kayu putih di ruang BEMF… sepeninggalnya saya sudah agak baikan, namun saya berpikir bahwa mungkin jika saya melakukan apa yang Ia lakukan saya bisa lebih cepat sembuh, jadi mulailah saya mencoba memijat kaki saya sendiri…

Dan hasilnya? Saya tidak bisa berjalan sama sekali saudara pembaca! bahkan untuk keluar ruang BEMF pun butuh perjuangan yang luar biasa, alhasil saya hanya terbaring disana seharian seperti marmut jantan di musim semi, untunglah saya agak punya otak untuk berpikir caranya bisa berjalan kembali dan untungnya kali ini tidak salah…

Jadi.., ingat cara adik2 kecil anda belajar jalan? pertama, mereka berjalan dengan menggunakan kereta jalan adn menggunakan kaki untuk mendorong keretanya, dan untunglah ada sebuah kursi beroda di ruangan itu, jadi saya bisa berlatih berjalan benda itu, sebelum kemudian berlatih berjalan sambil berpegangan pada tembok…

yah, untungnya saya bisa pulang, dan yah… semoga saja siklus sial ini cepat berakhir…. :(

Btw, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya pada orang - orang yang menemani saya di kala derita saya kemarin, thanx to sawie n gita yang udah mengizinkan gw bermukim di sofa seharian, thanx to tanto atas tips penyembuhannya, thanx to anak2 krim ‘05 yang udah mengkhawatirkan dan menawarkan merawat gw, thanx to miss ‘J’ yang tetep gak mau nyapa gw, thanx to diko yang udah nebengin ampe parkiran psiko, thanx to PuThe yang udah mau nganterin gw ampe rumah, ampe slamet di sofa, n specially buat LC ama monchi yang udah merawat dan menemani gw seharian di kampus… :P

Feb 19

merasa bahwa hal itu makin lama makin MEMUAKKAN, MEMBOSANKAN dan MENYEBALKAN!

Dibilang melarikan diri dari kenyataan… nggak juga sih, toh hal itu juga yang merubah sudut pandang gw… dan gw tidak merasa ada yang salah dengan menikmati berada pada posisi itu, hff… berasa punya 2 kehidupan, yang harus gw jalani dan yang ingin gw jalani…

~capek…

Feb 08

hmm…

banyak berpikir akhir - akhir ini…

Ternyata waktu untuk membuat pilihan dalam hidup itu terbatas… gak pernah ada yang namanya menunda pilihan, yang ada justru memilih untuk menunda… kayak kata The Oracle di The Matrix, kalau kita berpikir bahwa hidup kita nantinya akan dihadapkan pada pilihan, sebetulnya hidup kita adalah selalu memilih, dan sekaran kita telah memilih untuk menghadapi pilihan di masa depan, apa yang terjadi sekarang pun telah kita pilih dari masa - masa sebelumnya, dan sekarang kita hidup untuk menjalani konsekuensi, memahami dan kembali memilih… well, efek sebuah pilihan bisa panjang, bisa pendek, dan itu gak bergantung sama sekali sama sebesar apa pilihan yang lo pilih…

Kalau berpikir soal pilihan… kembali ke ingat ke satu sore di kampus 2 tahun yang lalu dimana gw melakukan sebuah pilihan kecil untuk menunda pulang ke rumah sekitar 40 menit, tapi kalau ditilik lagi, kejadian itu punya efek domino yang luar biasa pada kehidupan gw sekarang… gw gak akan memikirkan apa yang gak gw dapatkan karena pilihan kecil itu, tapi apa yang gw dapatkan sungguh luar biasa, mungkin tanpa memilih itu pun gw bakal tetap mendapatkan hal yang sama, tapi mungkin lewat jalur yang lain, seperti kata pepatah, banyak jalan menuju Roma…

Sekarang, gw harus mulai realistis sama hidup gw, emang sih makin deket lo ke sebuah pilihan, harusnya makin lo ngerti apa yang bakal lo pilih… well, sekarang umur gw 20 taun, dan banyak keinginan gw yang ingin gw capai dalam satuan bulan, tahun atau dekade ke depan… tapi sejujurnya, impian hanya akan menjadi angan - angan kalau itu cuma di kepala dan gak pernah turun ke bumi, sudah waktunya mulai membuat rencana menuju kesana, memikirkan langkah demi langkah, melakukan analisa sebab, akibat, bahan2 dan hasil dari tiap langkah, menyusun target dan parameter keberhasilan, menyiapkan backup plan kalau terjadi penyimpangan dengan toleransi tertentu dan mulai melaksanakannya…
Yah, setidaknya itulah yang harus secara bertahap mulai gw lakukan, karena gw punya impian, dan gw mau dapetin itu semua, meskipun gw percaya pada keajaiban, gw juga pernah belajar statistik dan probter bahwa peluang adanya keajaiban itu gak sebesar peluang mendapatkan mata dadu 6 secara 6 kali berturut - turut, so… waktunya mikirin masa depan nih, hmm…